| KADO BUAT YANG MAU DAN SIAP MENIKAH..BARAKALLAHU !! (By : 4121X13) |
| Latar Belakang Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati, saya cintai dan sayangi, semoga Allah selalu memberkahi langkah-langkah kita dan tidak putus-putus memberikan nikmatNya kepada kita. Amin Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati..sebagai hamba Allah, saya telah diberi berbagai nikmat. Maha Benar Allah yang telah berfirman : "Kami akan perlihatkan tanda-tanda kebesaran kami di ufuk-ufuk dan dalam diri mereka, sehingga mereka dapat mengetahui dengan jelas bahwa Allah itu benar dan Maha Melihat segala sesuatu". Nikmat tersebut diantaranya ialah fitrah kebutuhan biologis, saling membutuhkan terhadap lawan jenis.. yaitu: Menikah ! Fitrah pemberian Allah yang telah lekat pada kehidupan manusia, dan jika manusia melanggar fitrah pemberian Allah, hanyalah kehancuran yang didapatkannya..Na'udzubillah ! Dan Allah telah berfirman : "Janganlah kalian mendekati zina, karena zina adalah perbuatan yang buruk lagi kotor" (Qs. Al Israa' : 32). Ibunda dan Ayahanda tercinta..melihat pergaulan anak muda dewasa itu sungguh amat memprihatinkan, mereka seolah tanpa sadar melakukan perbuatan-perbuatan maksiat kepada Allah. Seolah-olah, dikepala mereka yang ada hanya pikiran-pikiran yang mengarah kepada kebahagiaan semu dan sesaat. Belum lagi kalau ditanyakan kepada mereka tentang menikah. "Saya nggak sempat mikirin kawin, sibuk kerja, lagipula saya masih ngumpulin barang dulu," ataupun Kerja belum mapan , belum cukup siap untuk berumah tangga��, begitu kata mereka, padahal kurang apa sih mereka. Mudah-mudahan saya bisa bertahan dan bersabar agar tak berbuat maksiat. Wallahu a'lam. Ibunda dan Ayahanda tersayang..bercerita tentang pergaulan anak muda yang cenderung bebas pada umumnya, rasanya tidak cukup tinta ini untuk saya torehkan. Setiap saya menulis peristiwa anak muda di� majalah Islam, pada saat yang sama terjadi pula peristiwa baru yang menuntut perhatian kita..Astaghfirullah.. Ibunda dan Ayahanda..inilah antara lain yang melatar belakangi saya ingin menyegerakan menikah. Dasar Pemikiran Dari Al Qur��an dan Al Hadits :
Tujuan Pernikahan
Kesiapan Pribadi
Akibat Menunda atau Mempersulit Pernikahan
Namun, umumnya yang terjadi di masyarakat di seputar pernikahan adalah sebagai berikut ini :
Memperbaiki Niat : Innamal a'malu binniyat....... Niat adalah kebangkitan jiwa dan kecenderungan pada apa-apa yang muncul padanya berupa tujuan yang dituntut yang penting baginya, baik secara segera maupun ditangguhkan. Niat Ketika Memilih Pendamping Rasulullah bersabda "Barangsiapa yang menikahkan (putrinya) karena silau akan kekayaan lelaki meskipun buruk agama dan akhlaknya, maka tidak akan pernah pernikahan itu dibarakahi-Nya, Siapa yang menikahi seorang wanita karena kedudukannya, Allah akan menambahkan kehinaan kepadanya, Siapa yang menikahinya karena kekayaan, Allah hanya akan memberinya kemiskinan, Siapa yang menikahi wanita karena bagus nasabnya, Allah akan menambahkan kerendahan padanya, Namun siapa yang menikah hanya karena ingin menjaga pandangan dan nafsunya atau karena ingin mempererat kasih sayang, Allah senantiasa memberi barakah dan menambah kebarakahan itu padanya."(HR. Thabrani). "Janganlah kamu menikahi wanita karena kecantikannya, mungkin saja kecantikan itu membuatmu hina. Jangan kamu menikahi wanita karena harta / tahtanya mungkin saja harta / tahtanya membuatmu melampaui batas. Akan tetapi nikahilah wanita karena agamanya. Sebab, seorang budak wanita yang shaleh, meskipun buruk wajahnya adalah lebih utama". (HR. Ibnu Majah). Nabi SAW. bersabda : Janganlah kalian menikahi kerabat dekat, sebab (akibatnya) dapat melahirkan anak yang lemah (baik akal dan fisiknya) (Al Hadits). Dari Jabir r.a., Sesungguhnya Nabi SAW. telah bersabda, ��Sesungguhnya perempuan itu dinikahi orang karena agamanya, kedudukan, hartanya, dan kecantikannya ; maka pilihlah yang beragama." (HR. Muslim dan Tirmidzi). Niat dalam Proses Pernikahan Masalah niat tak berhenti sampai memilih pendamping. Niat masih terus menyertai berbagai urusan yang berkenaan dengan terjadinya pernikahan. Mulai dari memberi mahar, menebar undangan walimah, menyelenggarakan walimah. Walimah lebih dari dua hari lebih dekat pada mudharat, sedang walimah hari ketiga termasuk riya'. "Berikanlah mahar (mas kawin) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan."(Qs. An Nisaa (4) : 4). Rasulullah SAW bersabda : "Wanita yang paling agung barakahnya, adalah yang paling ringan maharnya" (HR. Ahmad, Al Hakim, Al Baihaqi dengan sanad yang shahih). Dari Aisyah, bahwasanya Rasulullah SAW. telah bersabda, "Sesungguhnya berkah nikah yang besar ialah yang sederhana belanjanya (maharnya)" (HR. Ahmad). Nabi SAW pernah berjanji : "Jangan mempermahal nilai mahar. Sesungguhnya kalau lelaki itu mulia di dunia dan takwa di sisi Allah, maka Rasulullah sendiri yang akan menjadi wali pernikahannya." (HR. Ashhabus Sunan). Dari Anas, dia berkata : " Abu Thalhah menikahi Ummu Sulaim dengan mahar berupa keIslamannya" (Ditakhrij dari An Nasa'i)..Subhanallah.. Proses pernikahan mempengaruhi niat. Proses pernikahan yang sederhana dan mudah insya Allah akan mendekatkan kepada bersihnya niat, memudahkan proses pernikahan bisa menjernihkan niat. Sedangkan mempersulit proses pernikahan akan mengkotori niat. "Adakanlah perayaan sekalipun hanya memotong seekor kambing." (HR. Bukhari dan Muslim) Pernikahan haruslah memenuhi kriteria Lillah, Billah, dan Ilallah. Yang dimaksud Lillah, ialah niat nikah itu harus karena Allah. Proses dan caranya harus Billah, sesuai dengan ketentuan dari Allah.. Termasuk didalamnya dalam pemilihan calon, dan proses menuju jenjang pernikahan (bersih dari pacaran / nafsu atau tidak). Terakhir Ilallah, tujuannya dalam rangka menggapai keridhoan Allah. Sehingga dalam penyelenggaraan nikah tidak bermaksiat pada Allah ; misalnya : adanya pemisahan antara tamu lelaki dan wanita, tidak berlebih-lebihan, tidak makan sambil berdiri (adab makanan dimasyarakat biasanya standing party-ini yang harus di hindari, padahal tidak dicontohkan oleh Rasulullah SAW yang demikian), Pengantin tidak disandingkan, adab mendo'akan pengantin dengan do'a : Barokallahu laka wa baroka 'alaikum wa jama'a baynakuma fii khoir.. (Semoga Allah membarakahi kalian dan melimpahkan barakah kepada kalian), tidak bersalaman dengan lawan jenis, Tidak berhias secara berlebihan ("Dan janganlah bertabarruj (berhias) seperti tabarrujnya jahiliyah yang pertama" - Qs. Al Ahzab (33), Meraih Pernikahan Ruhani Jika seseorang sudah dipenuhi dengan kecintaan dan kerinduan pada Allah, maka ia akan berusaha mencari seseorang yang sama dengannya. Secara psikologis, seseorang akan merasa tenang dan tentram jika berdampingan dengan orang yang sama dengannya, baik dalam perasaan, pandangan hidup dan lain sebagainya. Karena itu, berbahagialah seseorang yang dapat merasakan cinta Allah dari pasangan hidupnya, yakni orang yang dalam hatinya Allah hadir secara penuh. Mereka saling mencintai bukan atas nama diri mereka, melainkan atas nama Allah dan untuk Allah. Betapa indahnya pertemuan dua insan yang saling mencintai dan merindukan Allah. Pernikahan mereka bukanlah semata-mata pertemuan dua insan yang berlainan jenis, melainkan pertemuan dua ruhani yang sedang meniti perjalanan menuju Allah, kekasih yang mereka cintai. Itulah yang dimaksud dengan pernikahan ruhani. KALO KITA BERKUALITAS DI SISI ALLAH, PASTI YANG AKAN DATANG JUGA SEORANG (JODOH UNTUK KITA) YANG BERKUALITAS� PULA (Al Izzah 18 / Th. 2) Penutup "Hai, orang-orang beriman !! Janganlah kamu mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Allah kepada kamu dan jangan kamu melampaui batas, karena Allah tidak suka kepada orang-orang yang melampaui batas." (Qs. Al Maidaah (5) : 87). Karena sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan. Dan sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (Qs. Alam Nasyrah (94) : 5- 6 ). Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati, saya sayangi dan saya cintai atas nama Allah.. demikanlah proposal ini (secara fitrah) saya tuliskan. Saya sangat berharap Ibunda dan Ayahanda.. memahami keinginan saya. Atas restu dan doa dari Ibunda serta Ayahanda..saya ucapkan "Jazakumullah Khairan katsiira". "Ya Allah, jadikanlah aku ridho terhadap apa-apa yang Engkau tetapkan dan jadikan barokah apa-apa yang telah Engkau takdirkan, sehingga tidak ingin aku menyegerakan apa-apa yang engkau tunda dan menunda apa-apa yang Engkau segerakan.. YA ALLAH BERILAH PAHALA DALAM MUSIBAHKU KALI INI DAN GANTIKAN UNTUKKU YANG LEBIH BAIK DARINYA.. Amiin" ==================================== Maraji / Referensi :
|
14 April 2009
Proposal Pernikahan
14 Februari 2009
Menjelajah Gunung dan Pantai di Minangkabau
Saya selalu tertarik untuk mengunjungi Sumatera Barat. Keinginan ini baru saya wujudkan akhir tahun lalu. Kunjungan ini jadi pengalaman yang tidak terlupakan.
Untuk kunjungan istimewa ini, kami mulai merencanakan perjalanan dan memesan tiket berikut hotel jauh-jauh hari. Cenderung berhati-hati, mengingat ini perjalanan terjauh saya dan anak saya yang masih berusia lima tahun, Naila.
Rute-rute perjalanan yang kami rencanakan pun selalu mempertimbangkan kemampuan dan minat Naila. Kami mendarat di Bandara Internasional Minangkabau pada hari Jumat siang. Di bandara kami sudah dijemput sopir mobil sewaan, Pak Edi. Dengan mobil tersebut, kami langsung menuju ke arah Bukittinggi.
Selama perjalanan, saya menemukan berbagai hal yang menarik. Ternyata, nama-nama kecamatan di Sumatera Barat banyak menggunakan angka. Sebut saja "4 Koto Aur Melintang", "7 Koto Sungai Sarik", dan yang paling unik adalah daerah asal kakek suami saya, Kecamatan "2 x 11 Enam Lingkung".
Suami saya dengan bercanda memberikan alasan, darah dagang mendorong orang Minang selalu berhitung. Sekitar lima belas menit selepas Sicincin pemandangan berubah drastis. Dari sawah dan kebun yang cenderung datar, tiba-tiba bukit dan hutan menyambut. Ternyata kami sudah tak jauh dari Lembah Anai yang terkenal itu.
Air terjun Lembah Anai terletak di sebelah kiri jalan raya yang membelah Bukit Barisan. Sementara di sebelah kanan mengalir sungai Batang Anai yang berbatu-batu besar, cantik sekali.
Antara Padangpanjang dan Bukittinggi ada beberapa tempat yang menarik untuk dikunjungi. Di Padangpanjang ada Sate Padang Mak Syukur yang juga membuka cabang di Jakarta. Lalu para penjual kue bika (semacam serabi, dari tepung beras dan kelapa) di nagari Koto Baru.
Tak jauh dari sana terdapat persimpangan ke Pandai Sikek yang terkenal dengan songket benang emas dan sulam tangannya. Tapi karena terbatasnya waktu agar bisa melihat Danau Maninjau sebelum gelap, terpaksa tempat- tempat ini saya lewatkan.
Di nagari Padang Luar, Pak Edi membelokkan mobil menuju Maninjau. Jalannya hanya pas untuk dua mobil. Di Kecamatan Matur terdapat persimpangan, lurus melalui Embun Pagi dan Kelok 44 ke Maninjau, sedangkan jalur ke kanan yang kami ambil, menuju Puncak Lawang. Jalur ini lebih kecil, tapi sudah teraspal.
Makin mendekati Puncak Lawang terdapat perkebunan tebu dan industri kecil pembuatan gula. Buat saya ini agak aneh karena di Pulau Jawa, perkebunan tebu biasanya terletak di dataran rendah. Puncak Lawang adalah puncak tertinggi perbukitan di tepi timur Danau Maninjau. Dari ketinggian 900 meter di atas permukaan laut (dpl), sering diadakan ajang olahraga paralayang untuk mendarat di Rizal Beach nun di tepi danau.
Pandangan ke arah Danau Maninjau yang terbentang luas di bawah sana sangat jelas dan bersih. Di antara bukit-bukit di sisi barat tampak mengintip lepas pantai utara Pariaman. Dari Puncak Lawang, kami langsung menuju ke Bukittinggi. Waktu sudah tidak mengizinkan kami turun ke tepi Maninjau melalui Kelok 44 yang terkenal itu.
Dari Ngarai Hingga Keripik Sanjai
Hari kedua, kami berbelanja di Kota Bukittinggi adalah tujuan pertama. Di Pasar Atas dekat Jam Gadang, yang menjadi incaran saya adalah sulam tangan khas Bukittinggi untuk oleh-oleh, serta kerajinan crochet, berupa taplak meja dan sarung bantal.
Urusan belanja selesai, kami mengunjungi Taman Panorama untuk melihat Ngarai Sianok dari atas, setelah kemarin sore melewati dasar ngarai yang dalamnya 100 meter ini. Sayangnya, Naila merasa tidak nyaman dengan angin besar di sana sehingga kami tidak berlama-lama.
Sementara menyusuri Goa Jepang yang dulunya markas rahasia penjajah Jepang di dinding ngarai, sejak awal memang tidak kami rencanakan. Melintasi Benteng Fort de Kock ,Pak Edi lalu mengambil jalan utama Padang-Pekanbaru.
Setengah jam dari Payakumbuh, ibu kota Kabupaten Limapuluh Kota, kami sampai di Lembah Harau. Saat berdiri di dasar lembah, rasanya seperti dibentengi tebing-tebing cadas yang berdiri megah, tegak lurus di sekeliling. Tak kalah menakjubkan dari Ngarai Sianok yang terkenal itu.
sumber
17 Januari 2009
Satu Komando untuk Disiplin
DISIPLIN merupakan cerminan diri. Menanamkan disiplin pada anak merupakan salah satu kebiasaan yang harus ditanamkan sejak dini. Dengan cara apa menerapkan disiplin yang baik pada anak?
Dikatakan penulis buku yang berjudul "Siapa Bilang Ibu Bekerja Tidak Bisa Mendidik Anak dengan Baik", Melly Kiong, sangat penting menempatkan satu komando dalam mendidik anak. Artinya, ayah dan ibu harus kompak terhadap peraturan di rumah agar tidak membingungkan anak.
"Butuh satu orang saja dalam memberikan komando kepada si anak. Sebab, jika lebih dari satu komando, misalnya baik ayah maupun ibu sama-sama memberikan komando, anak biasanya akan bingung. Terlebih bila komando itu tidak sama," papar Melly.
Selain itu, jika terjadi perselisihan antara ibu atau ayah, maka memungkinkan untuk terjadinya beradu paham atau saling ngotot dengan pendapat masing-masing. Sementara bagi si anak, situasi ini sangat membingungkan dan menyenangkan karena seperti memberi mereka "peluru" untuk menuntut dan mendapat apa yang diinginkan. Jika tidak satu komando, biasanya anak akan menggunakan kesempatan untuk mendapatkan keinginannya dengan memanfaatkan ayah atau ibunya.
"Kalau si pemberi komando adalah ibu, maka hendaknya di hadapan anak si ayah tetap harus mendukung keputusan ibu. Walaupun, sebenarnya si ayah tidak setuju," jelas Melly.
Ditambahkan, tanpa mengurangi hak si ayah dalam mendidik anak, sikap mengedepankan satu komando ini akan baik efeknya bagi kedisiplinan si anak. Dan bila ada perbedaan yang prinsipil, lebih baik hal itu dibicarakan dan didiskusikan tidak di hadapan si anak.
Jadi misalnya komando ada pada ibu, maka dia harus bisa memberikan alasan mengapa keputusan tersebut diambil. Kalaupun keputusan itu ternyata setelah didiskusikan kemudian tidak benar atau harus diperbaiki, si ibu juga harus bisa menerima pendapat dari sang ayah.
"Yang jelas, kita harus memperlihatkan kepada anak-anak bahwa ada satu komando di sini sehingga lebih mudah untuk diikuti," tandas Melly.
Melly juga mengatakan, disiplin yang baik buat anak sebenarnya sederhana dan bisa diterapkan dalam kegiatan anak sehari-hari yang harus dibarengi dengan hukuman. "Contohnya anak saya kalau sudah ganti baju harus ditaruh di tempat baju kotor. Jika tidak baju tersebut saya anggap sampah dan saya akan taruh di tong sampah," ujar Melly.
Selanjutnya, setelah kita buat aturan main yang sudah disepakati bersama, perlu dijelaskan jika mereka melanggar, ada hukuman yang harus diterima.
"Ketika dia masuk ke rumah lewat dari jam yang sudah ditentukan, mereka harus berdiri selama waktu keterlambatan mereka. Mendisiplinkan anak tidak selalu dengan hukuman fisik yang berat," ceritanya.
Mengajarkan sikap disiplin kepada anak-anak memang bukan hal yang mudah. Dari pengalaman nyata, yang lebih efektif adalah melalui teladan sikap kita sendiri. Kita ingin anak disiplin, tentunya kita harus menunjukkan terlebih dahulu bahwa kita juga disiplin
"Mengajarkan disiplin juga bisa ditempuh dengan cara menunjukkan sikap konsekuen terhadap aturan main yang sudah disepakati bersama," kata wanita kelahiran Singkawang,Kalimantan Barat ini.
Hal yang tidak boleh dilupakan saat memberikan komando sekaligus mendidik kedisiplinan anak-anak adalah sikap demokratis. Artinya, segala aturan main yang kita tetapkan hendaknya lahir dari proses pembicaraan dan keputusan bersama antara anak dan orangtua. "Dengan cara ini, biasanya mereka bisa lebih bertanggung jawab bersama. Mereka pun biasanya akan lebih santai, tidak ada rasa terpaksa, serta lebih enjoy dalam menjalankannya," ujarnya.
Senada diungkapkan psikolog anak dari Universitas Atma Jaya, Fabiola P Setiawan MPsi. Tidak masalah menerapkan disiplin pada anak yang asalnya dari satu komando. Satu komando di sini adalah satu cara pandang yang berasal dari orangtua, baik ayah maupun ibu.
Jadi antara ayah dan ibu sudah ada kompromi terlebih dahulu untuk memutuskan sesuatu. Dari kompromi tersebut barulah berasal satu komando, yaitu antara ayah atau ibu.
Fabiola menuturkan, anak adalah peniru ulung, yang paling jitu. Karena itu diterapkan disiplin pada orangtua supaya anak mengikuti. Memberi contoh pada anak-anak itu adalah hal yang benar, dan setelah memberi contoh, barulah kita memberi penjelasan mana yang baik dan buruk. Dan itu harus diterapkan di mana saja dia berada.
sumber
Song For Gaza
(Composed by Michael Heart)
Copyright 2009
A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive
They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze
We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight
Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right
But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze
We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight
sumber
14 Januari 2009
Kata-Kata Hari Ini
“Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak”.(Ali bin Abi Thalib)
“Tidaklah rasa lelah, sakit, kegelisahan, kesedihan, gangguan dan duka yang menimpa seorang muslim sampai-sampai duri yang menusuknya kecuali Allah menghapuskan dosanya karena hal-hal tesebut.” (HR. Bukhori dan Muslim)
“Bahwa orang bisa baik pada orang lain dalam keadaan tidak mempunyai masalah ini adalah wajar/biasa, tetapi orang yang benar-benar bisa dikatakan baik adalah apabila orang tsb mempunyai masalah terhadap orang lain, sikapnya Bijaksana”
“Obatmu ada dalam dirimu, tetapi kau tak melihatnya. Penyakitmu ada dalam dirimu tapi kau tak menyadarinya. Kau sangka dirimu materi yang mungil, padahal di dalam dirimu terangkum alam yang besar”
sumber disini.
Mungkin memang hidup itu aneh
Mungkin manusia itu
Mungkin manusia diciptakan untuk
Mungkin manusia diciptakan untuk berbagi seakan dia tidak pernah
Aku percaya, Allah
Tapi tidak begitu seharusnya lupa itu dinikmati oleh manusia. Mereka lupa ya,
Saat manusia
Dan sakit hati, hanya karena manusia
Hanya ada dua tingkatan dalam manusia yang diberikan otak untuk berfikir. Manusia bodoh dan Manusia Pintar (sebut saja begitu). Karena tingkatan dan begitu percayanya (mungkin karena kedekatan diantara manusia), sungguh sangat ironis Manusia Pintar mudah percaya dengan Manusia Bodoh. Karena terkadang manusia Bodoh berusaha untuk
Oh…. Satu lagi anehnya kehidupan.
22 Desember 2008
Hari Ibu
Masih sepi aja nih blog aiba_jr. Duh, hari ini kata orang-orang adalah hari Ibu.
Yah... benar. Ibu, kata yang sangat indah didengar. Ibu tidak akan berubah, dan selalu bahagia dalam guyuran hujan dan meski dibawah terik mentari. Ibu, kala aku mengingatmu akan jasa-jasamu. Segalanya seperti mimpi, jalan sendiri tanpamu. Meski hatimu selalu ada di hatiku.
Aku selalu bahagia apabila mendengar kata Ibu dalam hatiku yang telah sunyi bertahun-tahun dalam sentuhanmu. Karenamu dan untukmu aku berlari. Karenamu dan untukmu aku berdoa. Dan karenamu aku ingin bahagiamu, hanya untukmu Ibu....
Oh...bisakah aku melihat senyummu, meski dibalik senyum itu kau sembunyikan kepahitan dunia dariku. Owch.... aku tidak boleh.... tidak boleh begini... inikan hari Ibu... Ibu pasti bahagia, pasti senang melihatku yang kini telah berubah menjadi sosok seorang Ayah dari anakku.
Meski dulu tidak sempat berfikir, dan tidak pernah terlintas di dalam benakku saat sekarang ini. Bahagianya masih melihat senyummu..... Ibu....
18 Desember 2008
cinta atau luka
kau selalu katakan cinta,,
namun yang kau beri hanyalah luka…
entah apa sebenarnya yang kau miliki,,
cinta atau hanya lah luka…
kau selalu berkata lirih “aku mencintai mu”,,
namun mengapa perih yang bertengger di hati ku…
semakin tak mengerti diriku,,
cinta atau hanyalah luka yang kau beri pada ku…
sudahlah,,
semua nampak sederhana…
katakan saja luka,,
lalu semuanya kan terbuka…
10 Desember 2008
Virus Mengancam Pengguna Facebook
PRODUSEN solusi sekuriti McAfee Inc menerbitkan peringatan bagi lebih dari 120 juta pengguna situs jejaring sosial Facebook.
McAfee mengungkapkan, Facebook telah terinfeksi virus bernama Koobface. Virus itu mampu mencuri informasi seperti data kartu kredit pengguna Facebook.
"Para pengguna Facebook harus tetap menerapkan prinsip komputasi aman yang sudah diajarkan sejak 10 tahun silam, yakni jangan pernah membuka attachment dari e-mail yang dikirimkan orang tidak dikenal," ujar peneliti McAfee Inc Craig Schmugar.
Ketika PC (personal computer) seorang pengguna Facebook sudah terinfeksi Koobface, maka Koobface membaca daftar teman pengguna tersebut. Koobface kemudian menggandakan diri dengan cara mengirimkan e-mail berisi salinan dirinya ke teman-teman pengguna yang telah terinfeksi. Proses penggandaan itu tentu saja tidak diketahui pengguna karena berlangsung secara otomatis dan rahasia.
Reaksi berantai pun terjadi. Penggandaan dan infeksi terus terjadi ketika pengguna Facebook yang lengah membuka attachmentyang berisi virus tersebut. Pengguna yang awam kesulitan mendeteksi ancaman virus itu karena virus tersebut menyamar sebagai file bernama flash_player.exe.
"Virus itu membujuk pengguna untuk mengklik attachment itu dengan mengatakan bahwa Flash Player pengguna sudah ketinggalan zaman. Ketika update palsu yang mengaku berasal dari Adobe Systems Inc itu diklik, maka PC pengguna pun terinfeksi.
Ketika pengguna Facebook telah terinfeksi, maka setiap kali pengguna mencoba membuka situs-situs pencarian seperti Google, Yahoo, MSN, Live.com, maka pengguna diarahkan situs-situs lain yang telah terkontaminasi.
Juru bicara Facebook Barry Schnitt mengaku sudah mengetahui penyebaran virus Koobface melalui situs jejaring sosial tersebut. Schnitt pun mengakui bahwa sejumlah kecil pengguna Facebook sudah terinfeksi.
"Beberapa virus lain juga sudah mencoba menggandakan diri melalui Facebook," tandas Schnitt.
Schnitt menambahkan, ini bukan upaya pertama dari virus Koobface untuk menyebarkan diri melalui Facebook. Pada Agustus silam, varian pertama virus Koobface sudah mencoba menyebarkan diri melalui situs itu tapi berhasil ditumpas oleh Facebook.
Schmugar mengungkapkan, situs jejaring sosial menjadi wahana baru untuk penyebaran virus karena pengguna situs jejaring sosial cenderung menurunkan kewaspadaan ketika menerima attachmentdari sesama pengguna. Sebab, mereka beranggapan situs-situs jejaring sosial memiliki sistem keamanan cukup kuat.
Sebagai contoh adalah Facebook. Situs jejaring sosial itu mengharuskan pengirim pesan lebih dulu menjadi anggota sebelum dapat mengirimkan pesan dan orang yang tidak menjadi anggota Facebook tidak dapat membuka data anggota Facebook. Sistem sekuriti itu membuat para pengguna Facebook yakin bahwa virus tidak akan dapat menyebar melalui Facebook.
Namun, fakta berbicara beda. Salah seorang pengguna Facebook yang terinfeksi Koobface adalah Chief Executive Officer RLM Public Relations Richard Larmer. Dia mengaku sudah membuang PC-nya yang terinfeksi Koobface.
"Komputer saya hancur setelah terinfeksi Koobface," ucap Larmer.
Facebook pun bukan situs jejaring sosial pertama yang terinfeksi virus. Pada Agustus, situs jejaring sosial MySpace milik News Corp juga terinfeksi varian awal Koobface. Namun, MySpace berhasil membasmi virus itu sehingga tidak lagi menyebar.
"Penyebaran Koobface melalui Facebook adalah bukti bahwa pembuat virus Koobface terus memperbarui dan menambah fungsionalitas virus itu. Sayang, hingga saat ini pembuat virus Koobface belum ditemukan," tutur Schmugar.
sumber
06 Desember 2008
05 Desember 2008
Rokok, Walau Beracun Tapi Jangan Haramkan Dulu?
Hal yang sepadan saat ini tengah terjadi. Ketika MUI –sebagai wadah resmi ulama di bawah pemerintah- berencana menyampaikan fatwanya sebagai jawaban atas permohonan ketua Komnas HAM Anak Seto Mulyadi, kontan segenap tokoh menentang rencana itu. Bahkan para petani tembakau di Jember, Jawa Timur, Jumat (15/8/2008) siang, berdemonstrasi menentang fatwa MUI tersebut (http://www.liputan6.com) Pasalnya, fatwa tersebut berisi pengharaman atas bahan konsumsi beracun yaitu rokok. Mengapa itu terjadi, beragam alasan mereka kemukakan, baik yang bersifat normatif (berdasar pada dalil syar'i) maupun sosiologis.
Walaupun belum dikenal pada masa Nabi, sahabat maupun tabiin, masalah rokok tak dapat dikatakan baru dalam kehidupan kaum muslimin. Awal abad ke 10 H adalah era awal kaum muslimin bersentuhan dengan menghisap rokok (syurb al-dukhan). Melalui karya ulama dapat kita saksikan bagaimana respon mereka sejak saat itu terhadap fenomena kegandrungan baru yang populer tersebut. Sepanjang penelusuran penulis respon pertama adalah fatwa haram dari para ulama besar yang dikutip dan disetujui oleh sang murid yang juga ulama besar Abu Yahya Zakariya al-Anshari al-Syafi'i yang wafat pada 926 H (baca al-Ghurar al-Bahiyyah fi Syarh al-Bahjah al-Wardiyyah: I/143). Kemudian berikutnya muncul beberapa fatwa baik yang mendukung maupun yang berbeda. Pendapat mereka terbagi dalam tiga kubu, mengharamkan, memakruhka dan memubahkan. (al-Mausu'ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah: I/3522)
Kelompok yang membolehkan, beralasan dengan kaidah fikih, bahwa asal segala sesuatu adalah boleh kecuali ada bukti yang mengharamkannya. Faktor yang mengharamkan barang konsumsi ada dua hal yaitu memabukkan dan membahayakan kesehatan. Sayyid Sabiq menambahkan tiga hal lagi yaitu najis, terkena najis dan masih berstatus milik orang lain. ( Fiqh al-Sunah: III/267). Menurut mereka semua hal itu tak terbukti pada rokok, sehingga hukumnya tetap halal. Andaipun ada yang terkena dampak negatif sebabnya, maka yang demikian bersifat relatif. Jangankan rokok, madupun yang secara nash dikatakan mengobati, dapat pula berdampak negatif kepada sebagian orang. Pendapat ini didukung oleh beberapa ulama lintas madzhab diantaranya yaitu Abd al-Ghani al-Nabulisi al-Hanafi (1062 H) yang terkenal dengan karangannya "al-Shulh Bain al-Ikhwan Fi Ibahat Syurb al-Dukhan". Ungkapan paling pedas disampaikan oleh al-Syaikh Ali Ibn Muhamad Ibn Abd al-Rahman al-Ajhuri (1066 H) dari madzhab maliki. Sebagaimana di kutip oleh Ahmad Ibn al-Shawi (1241 H) ia mengatakan : "Tidak mungkin orang yang berakal mengatakan bahwa rokok itu haram secara material, kecuali orang yang bodoh terhadap pendapat imam madzhab, congkak atau penentang" (Hasyiyah al-Shawi 'Ala al-Syarh al-Shaghir: I/74) Begitu pula Ibn 'Abidin (1252 H) dan al-Hamawi.. Untuk mengabadikan pendapatnya al-Ajhuri mengarang kitab "Ghayat al-Bayan li Hilli Syurb Ma La Yughayyib al-'Aql Min al-Dukhan". Sedangkan dari madzhab syafi'i ada al-Hifni, al-Halabi dan al-Syubramilisi. Ditambah lagi dari kalangan ulama hanbali yaitu al-Syaukani dan al-Karami.
Adapun kelompok ulama yang memakruhkan adalah Ibn 'Abidin (yunior) al-Hanafi yang wafat pada tahun 1306 H, Yusuf al-Shaftiy al-Maliki (abad XII), al-Syarwani al-Syafi'i dan al-Bahuti al-Hanbali (1121 H). Dasar pendapat mereka adalah pertama, yang jelas asap rokok itu menimbulkan bau busuk. Dan kedua, dalil ulama yang mengharamkan itu belum valid, alias belum dapat dipercaya secara penuh, hingga hanya sebatas menimbulkan keraguan (syakk).
Sementara itu, ulama dahulu yang berpendapat haram antara lain seperti Zakariya al-Anshari al-Syafi'i, Abu al-Ikhlash Hasan Ibn 'Ammar al-Syaranbilali al-Hanafi (1069 H), Salim al-Sanhuri al-Maliki, Najm al-Din al-Ghazi al-Syafi'i, Ahmad Ibn Ahmad Ibn Salamah al-Qalyubi al-Syafi'i (1070 H) dan Shalih Ibn al-Hasan al-Bahuti al-Hanbali (1121 H). Pada saat yang begitu jauh dari penelitian ilmiah modern, mereka seragam beralasan, bahwa rokok mengakibatkan terbukanya berbagai saluran dalam tubuh hingga potensial dimasuki materi yang berbahaya dan nyata pula bahwa rokok mengakibatkan kepala pusing. (Hasyiyah al-Bujairami 'Ala al-Khathib: XIII/200, al-Ghurar al-Bahiyyah fi Syarh al-Bahjah al-Wardiyyah: I/143, Hasiyah al-Qalyubi wa 'Umairah: I/341). Pendapat yang sangat keras disampaikan al-Bujairami al-Syafi'i (1221 H) sebagaimana dikutip oleh Syatha al-Bakri (1310 H). Ia berkata :" Adapun rokok yang ada saat ini yang juga disebut dengan al-tutun –semoga Allah melaknat orang memprakarsainya-, sesungguhnya itu termasuk hal baru (bid'ah) yang buruk " (I'anah al-Thalibin: II/260)
Sebagaimana disingung di atas, bahwa semua ulama sepakat dan tak satupun menolak bahwa keharaman barang konsumsi tergantung kepada keberadaan salah satu atau lebih dari kelima faktor yaitu memabukkan (muskir), membahayakan kesehatan (mudhirr), najis, terkena najis (mutanajjis) dan masih berstatus milik orang lain (milk al-ghair). Dan terbukti alasan kedua itulah (mudhirr, mengakibatkan madhrrat) yang menjadi stressing argumentasi ulama yang mengharamkan. Maka, bila dikaji dengan seksama tentang alasan kedua pendapat pertama di atas –yang membolehkan dan memakruhkan-, dapat dikatakan wajar bila keduanya menolak atau kurang percaya terhadap validitas argumen pendapat ke tiga. Hal itu dapat dipahami, sebab kendala utamanya terletak pada metode pembuktian dampak tersebut. Maklum, saat itu belum ada standar penelitian ilmiah serta metodenya yang disepakati, apalagi yang bersifat medis. Akhirnya, argumentasi bahwa rokok mengandung madharat dapat dengan ringan ditepis oleh orang yang tidak mempercayai, baik berdasar pengalamn pribadi maupun orang lain yang tidak tampak terkena dampak negatif rokok.
Untuk mengurai masalah ini, hendaknya dikembalikan kepada petunjuk Allah. Sebagaimana diketahui Allah memerintahkan kita untuk bertanya setiap hal kepada orang yang berkompeten (ahl al-dzikr) dengan firmannya: "Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan bila kalian tidak mengetahui" (QS. Al-Nahl : 43). Dalam masalah rokok, ada dua masalah yang memerlukan dua ahli yang berbeda. Terkait dengan materi dan zat yang terkandung di dalamnya serta dampaknya terhadap kesehatan manusia, maka itu adalah wilayah ahli kesehatan, dokter maupun paramedis lain. Pada sisi lain, secara hukum syar'i adalah bidangnya ahli fikih. Dan seperti diketahui hukum syar'i dalam masalah rokok ini tergantung pada hasil studi para ahli kesehatan tersebut.
Ulama Sejati
Pada era post modern milenium ketiga ini, di mana metode penelitian medis sangat mapan dan sarananya sangat canggih, bukti bahaya rokok hampir tak terbilang jumlahnya. Ketua Komnas Pengendalian Tembakau Prof. F. A. Moeloek menjelaskan pada tahun 2005 ada sebanyak 70.000 artikel ilmiah di dunia yang menegaskan tentang bahaya rokok, baik dari segi kandungan materialnya maupun dampak riil yang telah terjadi akibat rokok.( http://www.depkes.go.id. 3 Juni 2008) Sebagian hasil penelitian membuktikan bahwa rokok mengandung 4.000 jenis bahan kimia dengan 40 jenis di antaranya bersifat karsinogenik (menyebabkan kanker). Bila demikian masihkah 70.000 hasil penelitian itu tetap akan ditolak demi melestarikan perbedaan pendapat kuno tersebut? Menolak berarti tak ubahnya bersikap lebih percaya pada kejahilan diri sendiri dari pada pengetahuan orang lain.
Bagi ulama sejati, tentu temuan itu disambut gembira, karena dapat menguak misteri bahaya rokok yang diperdebatkan ahli fikih sejak lima abad yang lalu. Dengan demikian penerapan dalil " dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan" (QS. Al-Baqarah: 195) dapat dengan mantap diterapkan. Kaidah fikih "la dharara wala dhirara.” (tidak boleh menimpakan bahaya pada diri sendiri maupun orang lain) tak terbantahkan lagi masuk dalam hukum rokok ini, sehingga hasilnya adalah haram. Kalaupun sebagian perokok merasa bahwa rokok mengandung manfaat, bukankah firman Allah terkait dengan khamr dapat menjadi pelajaran. Allah berfirman: "Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: "Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya."(QS. Al-Baqarah : 219). Padahal jelas tak satupun penelitian membuktikan hal itu.
Bahkan Muhammad Ibn Ahmad al-Dasuqi al-Maliki (1230 H), satu diantara ulama yang menghalakan rokok dua abad yang lalu berkata: "Dalam hal wakaf harus diarahkan pada sektor kebaikan dan ibadah. Maka dari itu, wakaf untuk para perokok adalah batal, walaupun kami berpendapat merokok adalah boleh. " (Hasyiyah al-Dasuqi 'Ala al-Syarh al-Kabir : XVI/210). Artinya walaupun boleh –sekali lagi saat itu- rokok sama sekali tidak mengandung manfaat dan kebaikan. Tentu keterangan ini semakin mengokohkan hukum haram di atas.
Namun kesimpulan hukum itu masih harus berhadapan dengan bantahan lain yang penting untuk dijawab yaitu bahwa dampak negatif tersebut tak dapat digeneralisir atau relatif. Sebagian orang terkena, tapi sebagian lain tidak. Konsekwensinya hukum haram itupun tak dapat berlaku mutlak sebagaimana dikatakan al-Ajhuri. Hal senada juga dikatakan Kiyai kharismatik Syekh Ihsan bin Syekh Muhammad Dahlan penerus Ponpes Jampes di Desa Putih Kecamatan Gampengrejo Kabupaten Kediri dalam kitabnya " Irsyadul Ihsan" menurut penuturan Kiyai Idris Marzuki pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo (Surya, Jum'at, 15 Agustus 2008).
Untuk menjawab itu, sekali lagi harus dikembalikan kepada ahli kesehatan. Dari penelitian yang terungkap –sebagaimana di ulas peneliti Puslit Bioteknologi-LIPI- bahwa setiap perokok mesti terkena dampak negatifnya. Masalahnya, dampak tersebut tidak selalu dapat dirasa apalagi dalam waktu dekat. Walaupun demikian tak dapat ditolak bahwa dampak tersebut bersifat pasti. Akhirnya hukum haram tersebut tetap berlaku secara mutlak.
Dalam kaitannya dengan fatwa MUI tinggal satu keberatan yang diajukan oleh pihak-pihak yang tidak setuju dengan fatwa tersebut, yaitu terkait dengan problem sosial ekonomi. Salah satunya disampaikan oleh Pengasuh Ponpes Tebuireng, KH Sholahuddin Wahid. Ia mengungkapkan :" Bisa dibayangkan, berapa ratus ribu orang akan kehilangan pekerjaan. Belum lagi pada lapisan masyarakat lainnya, seperti pedagang rokok dan petani tembakau yang akan kena dampaknya" (NU Online. Jumat, 15 Agustus 2008 ). Lalu apa kaitannya dengan fatwa haram? Apakah diakui haram tetapi jangan dulu disampaikan kepada umat atau dengan pertimbangan sosial ekonomis tersebut hukumnya harus dirubah, jangan haram dulu?
Untuk yang pertama, sekalipun tampak logis, tetapi realitasnya belum pernah terjadi ada fatwa MUI yang langsung direspon positif dan dilaksanakan secara serentak oleh semua umat Islam Indonesia. Dalam sekup sempit, fatwa organisasi keagamaan untuk anggotanya sendiri saja tak bernasib sebaik itu. Lagi pula kapan masyarakat mengetahui hukum yang sebenarnya mengenai rokok, hingga mereka meninggalkannya atas dorongan iman, bukan karena paksaan undang-undang, padahal halal atau haram adalah urusan agama? Hukum tetap dapat disosialisasikan, masalah meninggalkan –utamanya bagi pekerja- dan pemilik pabrik bisa berproses, sesuai dengan tingkat kedaruratan dan keimanan masing-masing. Pentahapan pemberitahuan hukum pada masa Nabi –untuk khamr misalnya- tidak dapat disamakan dengan kasus rokok saat ini. Waktu itu pemberitahuan secara langsung akan keharaman khamr kepada masyarakat yang mayoritas suka khamr, akan berhadapan dengan ancaman yang lebih besar, berupa meninggalkan agama dan akidah baru mereka yaitu Islam. Jauh berbeda dengan kaum muslimin di negara Islam seperti Indonesia saat ini, ancaman itu jauh dari mungkin. Sebab Islam bukan lagi agama baru bagi masyarakat muslim di negara Islam saat ini. Sudah berabad-abad dan turun temurun Islam menjadi agama bangsa Indonesia dan negara Islam lainnya.
Adapun yang kedua, hukum mengenai keharaman barang konsumsi adalah mutlak tergantung ada atau tidaknya salah satu atau lebih dari lima faktor pengharam di atas, tak ada sangkut pautnya dengan fenomena sosial. Bila tidak, benarkah bila dikatakan :" Walaupun rokok itu beracun menurut ahli kesehatan sedunia, tapi jangan dulu dihukumi haram ! "
Penulis lebih menaruh hormat ulama asal Rembang, Jawa Tengah, Mustofa Bisri atau Gus Mus --yang juga perokok-- mengakui: secara gentle mengatakan, "Merokok itu sudah kesalahan dari awal." Walaupun ia masih kurang setuju dengan rencana sosialisasi fatwa haram yang rencananya akan dirilis MUI akhir tahun ini.
Akhirnya, semoga dengan kebeningan hati para ulama, obyektifitas dalam menilai kebenaran dan keberanian untuk menyampaikannya, umat ini dapat terbimbing memahami sekaligus melaksankan agamanya dengan baik. Selamat tinggal rokok, marhaban ya waratsat al-anbiya'!
29 November 2008
Kiat-Kiat Mempererat Hubungan Silaturrahmi
أَمَّا شَعُرْتَ أَنَّ عَمَّ الرَّجُلِ صَنُوْ أبِيْهِ
"Apakah kamu tidak sadar bahwa paman seseorang adalah saudara bapaknya. "
2. Mengingat Kebaikan Sanak-Famili kita, tanpanya mungkin kita tidak akan berarti.
3. Menghafal Nasab dan seluruh nama-nama saudara kita, dari mulai kakek dan nenek ke atas sampai kepada keturunan-keturunan mereka. Untuk hal ini sebaiknya kita membuat diagram silsilah keluarga agar dapat diingat oleh generasi berikutnya supaya mereka tetap melanjutkan tali silaturrahmi setelah kita tiada (meninggal).
4. Jangan menyakiti, menzhalimi dan berbuat buruk kepada sanak-famili kita. Sebaiknya kita-lah yang menjadi solusi untuk memecahkan segala permasalahan mereka.
Sesungguhnya orang-orang yang selalu menjaga tali silaturrahmi akan diberkahi oleh Allah dalam usahanya, rizki dan umurnya. Dari Anas bin Malik berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda :
مَنْ أحَبَّ أنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَ يُنْسَأ لَهُ فِي أثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَه (متفق عليه)
"Barangsiapa yang senang diluaskan rizkinya dan dipanjangkan umurnya (diberkahi), maka hendaklah ia bersilaturrahmi (Muttafaq 'Alaih)"
Apa sih Silaturahmi itu?
Shilah artinya Hubungan atau menghubungkan sedangkan ar-Rahm berasal dari Rahima-Yarhamu-Rahmun/ Rahmatan yang berarti lembut dan kasih sayang. Taraahamal-Qaumu artinya kaum itu saling berkasih sayang. Taraahama 'Alayhi berarti mendo'akan seseorang agar mendapat rahmat. Sehingga dengan pengertian ini seseorang dikatakan telah menjalin silaturrahmi apabila ia telah menjalin hubungan kasih sayang dalam kebaikan bukan dalam dosa dan kema'siatan.
Selain itu kata ar-Rahm atau ar-Rahim juga mempunyai arti peranakan (rahim) atau kekerabatan yang masih ada pertalian darah (persaudaraan). Inilah keunikan Bahasa Arab, Satu kata saja sudah dapat menjelaskan definisinya sendiri tanpa bantuan kata-kata lain. Dengan demikian Shilaturrahmi atau Shilaturrahim secara bahasa adalah menjalin hubungan kasih sayang dengan saudara dan kerabat yang masih ada hubungan darah (senasab). Seseorang tidak dapat dikatakan menjalin hubungan silaturrahmi bila ia berkasih sayang dengan orang lain sementara saudara dan kerabatnya dia jadikan musuh. Islam dalam hal ini mengajarkan kepada kita tentang skala prioritas, yaitu dahulukanlah keluarga dan kaum kerabatmu baru kemudian orang lain. Hubungan baik dengan orang lain jangan sampai merusak hubungan kekeluargaan. Hubungan kasih sayang dengan istri jangan sampai merusak hubungan kita dengan orang tua dan saudara.
Peliharalah Tali Silaturrahmi, maksudnya peliharalah hubungan kekeluargaan kamu. Jangan sampai kamu lupa dengan nasab kamu, orang tua kamu, saudara-saudara kamu dan kerabat-kerabat kamu. Setelah itu baru peliharalah hubungan kasih sayang dengan orang-orang mu`min sebagaimana dengan saudara sendiri.
Anjuran menjalin Silaturrahmi adalah anjuran untuk tidak melupakan nasab dan hubungan kekerabatan. Satu-satunya bangsa yang paling hebat dalam menjalankan silaturrahmi adalah bangsa Arab. Mengapa? Karena mereka tidak lupa nenek moyang mereka. Makanya mereka selalu mengaitkan nama mereka dengan bapak, dan kakek-kakek mereka ke atas. Oleh karena itu dalam nama mereka pasti ada istilah bin atau Ibnu yang artinya anak.
Allah dalam al-Qur`an secara spesifik memerintahkan umat Islam untuk menjalin silaturrahmi/ silaturrahim;
يَاأيّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَ بَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَ نِسَآءً وَاتَّقُوْا اللهَ الًّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَ الأرْحَامَ إنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْـبًا (النساء : 1)
Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu (an-Nisa`:1)
sumber
Sekilas tentang aiba_jr
AIBA_JR adalah ajang silaturahmi keluarga besar AIBA.
Terus kenapa menggunakan nama AIBA_JR?
Oh.... AIBA_JR merupakan suatu singkatan yang diambil dari nama NENEK dan KAKEK keluarga besar AIBA. Nenek kami bernama Aisyah dan Kakek kami (kami memanggilnya dengan panggilan Uwa') bernama Baharuddin. Dan JR sendiri adalah singkatan dari Junior.
Kapan sih tercetusnya AIBA_JR?
Awalnya nih kita (cucu dari AIBA) mengadakan pertemuan di kediaman UDA AMRI (DAMBI) - saat itu di Mampang. Bulan April Tahun 2003. Dan dari pertemuan itulah akhirnya terbentuk nama AIBA_JR.
Tujuan dibentuknya apa dan mengapa?
Awal tujuan terbentuknya AIBA_JR adalah untuk menjaga silaturahmi diantara cucu AIBA. Nah karena silaturahmi itu penting banget makanya kita usahakan untuk selalu mengadakan pertemuan 2 bulan sekali. Dan agar pertemuan itu lebih seru, kita adakan sebuah arisan kecil-kecilan.
Oh gitu yah...
Ok deh semoga AIBA_JR terus menjaga tali silaturahminya. Di jaman sekarang seperti ini susah banget loh... untuk menjaga silaturahmi itu. Gak kebayang kan... kalau nanti suatu saat nih anak2 kita (sebagai saudara sedarah), tiba-tiba menjalin pernikahan karena tidak adanya silaturahmi...(sinetron banget yah... tapi itulah yang terjadi di beberapa keluarga di jaman sekarang ini).
Dan satu lagi semoga AIBA_JR ini juga berlanjut ke AIBA_JR juniornya lagi.... wah kalau memang terbentuk namanya gimana tuh?