Mungkin manusia itu memang diciptakan untuk merasakan bahwa dirinya selalu benar?
Mungkin manusia diciptakan untuk melupakan? Seperti kacang yang lupa akan cangkangnya.
Mungkin manusia diciptakan untuk berbagi seakan dia tidak pernah mengalami?
Aku percaya, Allah menciptakan anugerahNya yang bernama lupa pada diri manusia sebagai suatu kenikmatan yang sungguh menakjubkan menurutku. Andaikata tidak ada sifat lupa yang melekat pada diri manusia, maka manusia tidak akan bisa melupakan suatu musibah yang pernah menimpanya. Akibatnya, penyesalan yang berkepanjangan. Dan perasaan dendam pun tiada lekang dalam jiwanya.
Tapi tidak begitu seharusnya lupa itu dinikmati oleh manusia. Mereka lupa ya, mereka itu siapa? Dan mereka juga lupa ya dulu itu mereka dimana? Sungguh sangat mudah bagi Allah untuk membolak-balikkan hati manusia. Sangat mudah bagiNya.
Saat manusia merasakan bingung dalam kehidupannya, sungguh sulit mereka menghadapinya bahkan sampai melakukan suatu hal – yang menurut manusia lain adalah salah. Dan saat manusia lain merasakan hal yang sama. Manusia yang lebih dulu merasakan, menyalahkan tindakan manusia itu. Satu sisi memang benar kalau manusia belajar dari pengalaman namun tidak bagi manusia yang terlalu naif merasakan hidup dari balik terbelenggunya jiwa.
Dan sakit hati, hanya karena manusia merasa dirinyalah yang benar dan bisa meng-handle kehidupannya. Oleh karena itu juga Allah menjadikan manusia sebagai khalifah dimuak bumi ini. Wow.... huebat.... ya manusia itu. Sungguh Allah sangat mudah membolak-balikkan hati manusia. Karena manusia merasa dirinya selalu benar dan lupa dengan cangkangnya. Hingga dengan begitu terciptalah suatu tingkatan dalam manusia.
Hanya ada dua tingkatan dalam manusia yang diberikan otak untuk berfikir. Manusia bodoh dan Manusia Pintar (sebut saja begitu). Karena tingkatan dan begitu percayanya (mungkin karena kedekatan diantara manusia), sungguh sangat ironis Manusia Pintar mudah percaya dengan Manusia Bodoh. Karena terkadang manusia Bodoh berusaha untuk melakukan apa yang bisa dia lakukan agar manusia Pintar percaya. Karena biasanya orang bodoh jago cuap-cuap jual omongan. Dan manusia Pintar mencoba berbicara ke khalayak ramai semua yang dikatakan manusia Bodoh. Karena manusia Pintar lupa, dia merasa dirinya yang sangat benar.
Oh…. Satu lagi anehnya kehidupan.
sumber
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimakasih atas komentarnya.
"No Spam, No Junks"