Satu Komando untuk Disiplin
DISIPLIN merupakan cerminan diri. Menanamkan disiplin pada anak merupakan salah satu kebiasaan yang harus ditanamkan sejak dini. Dengan cara apa menerapkan disiplin yang baik pada anak?
Dikatakan penulis buku yang berjudul "Siapa Bilang Ibu Bekerja Tidak Bisa Mendidik Anak dengan Baik", Melly Kiong, sangat penting menempatkan satu komando dalam mendidik anak. Artinya, ayah dan ibu harus kompak terhadap peraturan di rumah agar tidak membingungkan anak.
"Butuh satu orang saja dalam memberikan komando kepada si anak. Sebab, jika lebih dari satu komando, misalnya baik ayah maupun ibu sama-sama memberikan komando, anak biasanya akan bingung. Terlebih bila komando itu tidak sama," papar Melly.
Selain itu, jika terjadi perselisihan antara ibu atau ayah, maka memungkinkan untuk terjadinya beradu paham atau saling ngotot dengan pendapat masing-masing. Sementara bagi si anak, situasi ini sangat membingungkan dan menyenangkan karena seperti memberi mereka "peluru" untuk menuntut dan mendapat apa yang diinginkan. Jika tidak satu komando, biasanya anak akan menggunakan kesempatan untuk mendapatkan keinginannya dengan memanfaatkan ayah atau ibunya.
"Kalau si pemberi komando adalah ibu, maka hendaknya di hadapan anak si ayah tetap harus mendukung keputusan ibu. Walaupun, sebenarnya si ayah tidak setuju," jelas Melly.
Ditambahkan, tanpa mengurangi hak si ayah dalam mendidik anak, sikap mengedepankan satu komando ini akan baik efeknya bagi kedisiplinan si anak. Dan bila ada perbedaan yang prinsipil, lebih baik hal itu dibicarakan dan didiskusikan tidak di hadapan si anak.
Jadi misalnya komando ada pada ibu, maka dia harus bisa memberikan alasan mengapa keputusan tersebut diambil. Kalaupun keputusan itu ternyata setelah didiskusikan kemudian tidak benar atau harus diperbaiki, si ibu juga harus bisa menerima pendapat dari sang ayah.
"Yang jelas, kita harus memperlihatkan kepada anak-anak bahwa ada satu komando di sini sehingga lebih mudah untuk diikuti," tandas Melly.
Melly juga mengatakan, disiplin yang baik buat anak sebenarnya sederhana dan bisa diterapkan dalam kegiatan anak sehari-hari yang harus dibarengi dengan hukuman. "Contohnya anak saya kalau sudah ganti baju harus ditaruh di tempat baju kotor. Jika tidak baju tersebut saya anggap sampah dan saya akan taruh di tong sampah," ujar Melly.
Selanjutnya, setelah kita buat aturan main yang sudah disepakati bersama, perlu dijelaskan jika mereka melanggar, ada hukuman yang harus diterima.
"Ketika dia masuk ke rumah lewat dari jam yang sudah ditentukan, mereka harus berdiri selama waktu keterlambatan mereka. Mendisiplinkan anak tidak selalu dengan hukuman fisik yang berat," ceritanya.
Mengajarkan sikap disiplin kepada anak-anak memang bukan hal yang mudah. Dari pengalaman nyata, yang lebih efektif adalah melalui teladan sikap kita sendiri. Kita ingin anak disiplin, tentunya kita harus menunjukkan terlebih dahulu bahwa kita juga disiplin
"Mengajarkan disiplin juga bisa ditempuh dengan cara menunjukkan sikap konsekuen terhadap aturan main yang sudah disepakati bersama," kata wanita kelahiran Singkawang,Kalimantan Barat ini.
Hal yang tidak boleh dilupakan saat memberikan komando sekaligus mendidik kedisiplinan anak-anak adalah sikap demokratis. Artinya, segala aturan main yang kita tetapkan hendaknya lahir dari proses pembicaraan dan keputusan bersama antara anak dan orangtua. "Dengan cara ini, biasanya mereka bisa lebih bertanggung jawab bersama. Mereka pun biasanya akan lebih santai, tidak ada rasa terpaksa, serta lebih enjoy dalam menjalankannya," ujarnya.
Senada diungkapkan psikolog anak dari Universitas Atma Jaya, Fabiola P Setiawan MPsi. Tidak masalah menerapkan disiplin pada anak yang asalnya dari satu komando. Satu komando di sini adalah satu cara pandang yang berasal dari orangtua, baik ayah maupun ibu.
Jadi antara ayah dan ibu sudah ada kompromi terlebih dahulu untuk memutuskan sesuatu. Dari kompromi tersebut barulah berasal satu komando, yaitu antara ayah atau ibu.
Fabiola menuturkan, anak adalah peniru ulung, yang paling jitu. Karena itu diterapkan disiplin pada orangtua supaya anak mengikuti. Memberi contoh pada anak-anak itu adalah hal yang benar, dan setelah memberi contoh, barulah kita memberi penjelasan mana yang baik dan buruk. Dan itu harus diterapkan di mana saja dia berada.
sumber
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimakasih atas komentarnya.
"No Spam, No Junks"