14 Januari 2009

Kata-Kata Hari Ini

“Minta tolonglah kepada Allah dan janganlah menjadi lemah. Jika engkau ditimpa sesuatu maka janganlah mengatakan: ‘Seandainya aku mengerjakan begini maka akan menjadi begitu!’. Tetapi katakanlah: ‘itu semua adalah takdir Allah, apa yang dikehendaki-Nya dikerjakan-Nya’. Sebab kalimat ‘Seandainya…’itu akan membuka pintu buat setan”.(Al-Hadits)


“Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak”.(Ali bin Abi Thalib)


“Tidaklah rasa lelah, sakit, kegelisahan, kesedihan, gangguan dan duka yang menimpa seorang muslim sampai-sampai duri yang menusuknya kecuali Allah menghapuskan dosanya karena hal-hal tesebut.” (HR. Bukhori dan Muslim)

“Bahwa orang bisa baik pada orang lain dalam keadaan tidak mempunyai masalah ini adalah wajar/biasa, tetapi orang yang benar-benar bisa dikatakan baik adalah apabila orang tsb mempunyai masalah terhadap orang lain, sikapnya Bijaksana”

“Obatmu ada dalam dirimu, tetapi kau tak melihatnya. Penyakitmu ada dalam dirimu tapi kau tak menyadarinya. Kau sangka dirimu materi yang mungil, padahal di dalam dirimu terangkum alam yang besar”

sumber disini.

Mungkin memang hidup itu aneh

Mungkin manusia itu memang diciptakan untuk merasakan bahwa dirinya selalu benar?

Mungkin manusia diciptakan untuk melupakan? Seperti kacang yang lupa akan cangkangnya.

Mungkin manusia diciptakan untuk berbagi seakan dia tidak pernah mengalami?

Aku percaya, Allah menciptakan anugerahNya yang bernama lupa pada diri manusia sebagai suatu kenikmatan yang sungguh menakjubkan menurutku. Andaikata tidak ada sifat lupa yang melekat pada diri manusia, maka manusia tidak akan bisa melupakan suatu musibah yang pernah menimpanya. Akibatnya, penyesalan yang berkepanjangan. Dan perasaan dendam pun tiada lekang dalam jiwanya.

Tapi tidak begitu seharusnya lupa itu dinikmati oleh manusia. Mereka lupa ya, mereka itu siapa? Dan mereka juga lupa ya dulu itu mereka dimana? Sungguh sangat mudah bagi Allah untuk membolak-balikkan hati manusia. Sangat mudah bagiNya.

Saat manusia merasakan bingung dalam kehidupannya, sungguh sulit mereka menghadapinya bahkan sampai melakukan suatu hal – yang menurut manusia lain adalah salah. Dan saat manusia lain merasakan hal yang sama. Manusia yang lebih dulu merasakan, menyalahkan tindakan manusia itu. Satu sisi memang benar kalau manusia belajar dari pengalaman namun tidak bagi manusia yang terlalu naif merasakan hidup dari balik terbelenggunya jiwa.

Dan sakit hati, hanya karena manusia merasa dirinyalah yang benar dan bisa meng-handle kehidupannya. Oleh karena itu juga Allah menjadikan manusia sebagai khalifah dimuak bumi ini. Wow.... huebat.... ya manusia itu. Sungguh Allah sangat mudah membolak-balikkan hati manusia. Karena manusia merasa dirinya selalu benar dan lupa dengan cangkangnya. Hingga dengan begitu terciptalah suatu tingkatan dalam manusia.

Hanya ada dua tingkatan dalam manusia yang diberikan otak untuk berfikir. Manusia bodoh dan Manusia Pintar (sebut saja begitu). Karena tingkatan dan begitu percayanya (mungkin karena kedekatan diantara manusia), sungguh sangat ironis Manusia Pintar mudah percaya dengan Manusia Bodoh. Karena terkadang manusia Bodoh berusaha untuk melakukan apa yang bisa dia lakukan agar manusia Pintar percaya. Karena biasanya orang bodoh jago cuap-cuap jual omongan. Dan manusia Pintar mencoba berbicara ke khalayak ramai semua yang dikatakan manusia Bodoh. Karena manusia Pintar lupa, dia merasa dirinya yang sangat benar.

Oh…. Satu lagi anehnya kehidupan.


sumber